Friday, July 18, 2014

Pulang

Hakikat pulang pasti akan dipahami begitu dalam oleh perantau. Rindu rumah, katanya. Karena mereka tidak dapat seenaknya pulang ke rumah mereka. Padahal di sanalah kamu akan diperbaiki dengan tulus meski kamu datang dengan kerusakan yang parah.

Maka orang yang paling paham hakikat merindu adalah perantau. Menunggu saat yang tepat untuk pulang. Bahkan seringkali memaksa tidak pulang karena keadaan, sedang hati begitu ingin berteduh di tempat yang begitu akrab meninabobokan kesedihan dan kejenuhan.

Lalu, orang yang paling bersabar adalah ibu yang menunggu di rumah. Berpisah dengan anaknya yang dari dulu sudah terbiasa hidup dengannya tentu tidak mudah. Memendam rindu, terkadang ingin anaknya segera pulang tapi takut mengganggu. Orang yang mencintai begitu tulus, tidak ada yang mengalahkan. Tidak ada tuntutan dalam kasih sayangnya. Hanya ingin disempatkan waktu sedikit untuknya, setidaknya mengetahui kabar.

Tidak ada yang paling indah dari pertemuan menjawab rindu seorang ibu dan anaknya. Begitu sunyi dan syarat makna. Tanpa banyak bicara dapat mengungkapkan apa saja.

No comments:

Post a Comment