Thursday, July 12, 2012

#FEEDBACK Trip To Bandung Part 1

Sebelum Kamis, 28 Juni 2012

Usaha dan apresiasi luar biasa untuk Feedback tersayang karena berusaha dengan begitu keras dan semangat agar meringankan beban pembayaran tiap anggota Feedback untuk ke Bandung. Perlu diketahui bahwa motif kami ke Bandung di samping ingin mendukung tim robot PENS pada KRN 2012, kami juga ingin mengadakan pariwisata kelas untuk mempererat hubungan persaudaraan kami dengan evaluasi dan acara menyenangkan. itulah sebabnya kelas kami tidak ikut rombongan dan kutegaskan hal itu bukan karena eksklusivisme kelas.
Perjuangan dimulai saat mendekati acara pencoblosan suksesi HIMA ELKA 2012/2013 yang akhirnya pembuatan kotak suara dan bilik suara dilakukan di rumah saudara kami, Elfaruri Nurfi (sekarang sudah diterima snmptn di Teknik Industri ITS) dengan SDM dari Feedback saja.
Hingga saat PENS carnival (kelas kami membeli banyak tiket untuk membantu BEM PENS dengan uang kas). Tiket tersebut kami tata pada kursi khusus dn mencoba peruntungan kami di sana.
Pertama, Akhmad, sang komting gendeng dan genit kelas mendapatkan sabun 4 buah saat doorprize hiburan, yang rencananya nanti akan dipakai saat ke Bandung. Jadi teman-teman tidak perlu membawa sabun dari rumah. Agak aneh memang, tapi yang penting menolong kami hemat sekitar Rp2000,00 tiap orang.
Tidak berhenti di situ keberuntungan kita, Akhmad kembali mendapatkan mie goreng 3 buah juga. Lama sekali kami menunggu dan sepertinya keberuntungan kami sudah sedikit hilang.
Akhirnya, SDM cowok beranjak ke rumah Ruri untuk mengerjakan perangkat suksesi, sedangkan aku, Lisa (bersama uwuwu-nya), dan Palupi menunggui tiket yang begitu banyak. Mungkin saja kelas kami mendapat tablet pc kan?
Lalu, tiket Aba mendapat mie goreng sebanyak 3 buah. Sayang sekali, dia sudah menuju rumah Ruri. Lalu siapa yang mengambil? Karena Palupi sibuk dengan KPU dan Lisa pergi entah kemana, akhirnya aku yang ditumbalkan untuk naik dan mengambil hadiah itu. Iya, kawan, sedikit memalukan naik ke atas panggung itu.
Band Iput mengikuti lomba Band juga. Dia menjadi drummer. Tidak menyangka kan? Aku juga. Pasti dia tenggelam di balik drum-drum yang begitu besar. Mas Unyil juga bermain dengan benar-benar menjiwai.
Lama sekali aku bertahan duduk di kursi itu hingga teman dudukku terus berganti. Bastian dan Jihan sudah pergi ke seminar. Lisa pulang karena terlalu capek dan uwuwu-nya juga ingin segera pulang. Palupi (masih) sibuk dengan KPU. Aku? Sendiri lagi, sabar menunggu ITS Jazz dan tablet PC agar segera di genggamanku.
Saat yang ditunggu-tunggu. Tablet PC. Tiket yang memenuhi kotak undian segera diambil Pres-BEM PENS.
Aku tidak berharap. Tidak pernah. Kenapa? Karena aku tidak pernah, sama sekali, dalam hidupku mendapatkan hadiah utama dari jalan sehat.
Nomor tiket dibacakan. Meski aku tidak berharap, tapi mataku masih jelalatan menelisik banyaknya tiket kelas yang ditata di kursi sebelah.
"43041..." Pres-BEM PENS, mas Nanang, menyebutkan angka itu. Hanya ada dua tiket diantara berpuluh-puluh tiket yang memiliki nomor depan 43041***. Baiklah, benar kan. kesempatannya sekarang menjadi lebih kecil bagi kelas kami.
"...2..." Baik. Sekarang hanya ada satu tiket. Miris sekali.
"...3..." Tiket ini masih bertahan. Mengejutkan.
Aku mulai bergumam dalam hati (eh, memang bisa bergumam dalam hati -_-). Ayo sembilan, ayolah sembilan. Sembilan. Sembilan.
"...9!" Oke, abaikan tanda serunya karena Pres-BEM PENS begitu menjaga wibawa hingga tidak ada sedikit teriakan dalam suaranya.
Tapi...........
ITU SUNGGUH NOMOR TIKET YANG BERTAHAN HINGGA AKHIR!
Iya, benar. Aku senang sekali tapi terlalu takut maju karena jika aku salah dengar lalu maju dan disuruh mundur. Itu. Benar-benar. Memalukan.
Jadi aku meminta mas Nanang untuk mengulang menyebutkan angka tersebut.
"Ulangi mas, Ulangi."
Mbak-mbak di belakangku berisik sekali menyuruhku maju karena itu nomorku. Hmm, mbak-mbak ini tidak merasakan kegalauanku.
"43041239"
HAAAA! Ternyata benar itu nomor tiket kelas. Aku maju dengan perasaan tidak keruan. Menerima hadiah dan bersalaman dengan mas Nanang. Gemetar, rasanya gemetar. Saat foto yang biasanya aku bisa stay cool dan terlihat keren gagal karena aku terlalu gemetar hingga tertawa. Momen yang indah... (atau memalukan)
Setelah itu kami ke rumah Ruri dan aku disambut bak pahlawan di sana. Hahahaha.
Itulah salah satu sumber pendanaan kami ke Bandung, yaitu dari penjualan tablet PC milik kelas.
Lihat kan? Perjuangan kelas kami terbayar. Oh ya, tambahan saja, kotak suara HIMA ELKA kami tanda tangani sebagai bukti kami yang membuat (meski aku hanya nebeng tanda tangan saja karena saat aku datang semua sudah hampir jadi). Mie goreng 6 buah yang kami dapatkan dari jalan sehat juga kami masak untuk teman-teman yang bekerja keras.

Jalan Sehat PENS Carnival :D

Pendanaan kedua tentu saja dari kas kelas yang, alhamdulillah aku tidak menyangka, tetap berjalan dengan baik. Teman-teman hebat sekali bisa berjalan sejauh ini.

Pendanaan ketiga datang dari ide teman-teman yang memutuskan untuk bisnis dalam dunia perjualbelian. Kami menjual klepon, tahu isi, roti kukus, pastel, es lilin, sandwich, bihun, dan snack siap saji. Kami berkeliling ke tiap orang di kampus hingga masuk ke ruang dosen untuk berjualan. Menyenangkan namun melelahkan. Bahkan akhir minggu kami berjualan di tempat-tempat umum. alhamdulillah, kami mendapat untung separuh dari target yang sangat tinggi. Kita hebat sekali :D

Jualan di Taman Bungkul, salah satu spot :)

Setelah dimepet-mepetkan dana untuk Trip To Bandung ini, akhirnya diputuskan tiap orang membayar Rp300.000,00 saja untuk lima hari di Bandung. Bayangkan hanya segitu dan kami menyewa bus sendiri dan villa di Lembang. Sungguh itu sangat sangat sangat murah jika diukur dari fasilitas dan tempat yang kita tuju, kawan. Maka, sayang sekali jika ada yang tidak ikut.

SUSUNAN PANITIA:
Penanggung jawab : Pradhana Briliantara E. P.
Sekretaris : Izzah Aula Wardah
Bendahara :
  • Satria Widi 
  • Ratna Dwi Palupi 
Sie Acara :
  • Aslikha Amalia 
  • Rivci Eka Aditya 
  • Riky Ryan A. 
  • M. Taufik Oky F. 
  • Koris Pramita
Sie Konsumsi :
  • Theresno Maju Sinaga 
  • Muhammad Alif 
  • Cholishotul Amali’ S. 
  • Elfaruri Nurfi 
  • Aditya Satriya R. 
Sie Perlengkapan :
  • Akhmad Muhammad 
  • Dimas Yudistira 
  • Arif Nur Ramadhani 
  • Mas AlyAfandi 
  • Salvian Al-kirani 
  • Bagus Yusnaim 
Sie Keamanan dan Kesehatan :
  • Muhammad Syafi’i 
  • Rio Suryo Wibowo 
  • Aba Rizky Zulfahmi 
  • Ahmad Wildan Ramdhan 
  • Arida Mira’j 
  • Rizky Andriansyah O. 
  • Wahyu Pratama 
Sie Dokumentasi :
  • Muhammad Syaifudin 
  • Bastian Maladi 
  • Yusvian Haryadinata 

Oke teman-teman, semangat menjalankan semuanya. Bandung Lautan api, apinya akan segera kita padamkan (eh?).
Oh ya, hampir lupa. Saking seringnya kami rapat, kami mulai merasakan beberapa kejenuhan.
Lalu, sempat ada titik di mana kami lelah, capek, marah, sebal, dan pesimis dengan rencana ini. Tiket masuk KRN pun sangat mahal sehingga kami memutuskan untuk ke Sabuga pada hari kedua saja.
Tapi, ada hal menyenangkan juga seperti ada yang cinlok saat jadi partner bendahara. Uhuk, Palupi dan Widi atau Arida dan Wildan?
Sempat ada yang menyedihkan yaitu kecelakaan dan menjadi usaha terakhir ke Bandung. Uhuk, Taufik. (Tapi orang yang bersangkutan malah tambah pinter ngeles)
Saat UAS akhirnya belajar bersama berjalan dengan jauh lebih baik pada semester ini.
Bismillah, semoga dilancarkan segala urusan kami untuk pergi ke Bandung dengan Feedback. Amin..


Rapat Kelas

Belajar Bersama

UAS semester 2

Di kontrakan Arkin (komjur), Taufik kecelakaan


No comments:

Post a Comment